Kerja Part time input data 1 data 10000

Tampilkan postingan dengan label RITUAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RITUAL. Tampilkan semua postingan

Ritual Kecantikan Kuno Nan Ekstrim

type='html'>

Banyak perempuan yang berpikir bahwa menjadi cantik adalah hal yang sulit, padahal tidak demikian adanya. Bahkan sebagian besar perempuan mempercayai bahwa menjadi cantik itu menyakitkan. Beberapa suku di dunia malah menerapkan sebuah ritual kencantikan yang bisa dibilang ekstrim.
Berikut ini adalah beberapa tradisi yang tidak biasa dari beberapa suku di dunia, yang memang menjelaskan bahwa ‘beauty is pain’.

Korset
Pinggul yang ramping memberikan kesan seksi dan feminin bagi perempuan. Korset menjadi salah satu cara untuk menciptakan kesan itu di pinggul perempuan. Di jaman dahulu, pemakaian korset sangatlah ekstrim dan menyakitkan. Para perempuan berusaha mengurangi ukuran pinggang mereka dengan memakai korset super ketat. Hasilnya, pinggang dan perut jadi tampak sangat ramping dan kecil.


Mengikat kaki
Para perempuan Cina kuno pernah memiliki ritual kecantikan yang aneh, yaitu wajib mengikat kaki mereka. Semakin kecil kaki seorang perempuan, maka ia dianggap semakin cantik. Sehingga ayunan langkah mereka tampak anggun dan feminin dan menunjukkan status sosialnya. Untuk keluarga miskin, budaya ini hanya diterapkan pada putri tertua agar segera mendapatkan calon suami yang mengangkat derajat mereka.

Ritual ini mulai dilakukan pada akhir abad ke-19. Namun, kaum reformis segera menentang praktek menyeramkan tersebut sebelum memasuki awal abad ke-20.


Perempuan gemuk Mauritania
Jangan harap Anda bisa dianggap cantik di Mauritania, karena para orang tua di sana menganggap bahwa anak perempuan yang gemuk akan disukai oleh pria karena bisa memberikan banyak keturunan. Oleh karena itu, anak perempuan mereka diberi banyak makanan dan susu berlemak agar cepat gemuk.


Cincin leher
Tradisi kecantikan yang tidak kalah ekstrim juga terdapat pada suku Padaung (Kayan Lahwi). Para perempuan di sana akan dianggap cantik bila memiliki leher yang jenjang dan panjang. Oleh karena itu, perempuan Kayan mulai mengenakan cincin logam di lehernya sejak usia 5 tahun, yang semakin lama akan semakin banyak seiring dengan bertambahnya usia mereka.


Selain sebagai penanda kecantikan, banyaknya kalung logam yang memperpanjang leher mereka juga menunjukkan status sosial. Tradisi ini ternyata masih dilakukan hingga sekarang oleh suku yang berada di antara Burma dan Thailand ini.


Melebarkan telinga
Indonesia juga memiliki suku yang menerapkan standar kecantikan yang tidak umum, yaitu memiliki telinga yang panjang. Perempuan suku Dayak memiliki telinga yang panjang karena menggunakan anting logam sejak belia. Tradisi yang diterapkan oleh suku Dayak ini tidak jauh berbeda dengan suku Kayan, banyaknya anting juga menunjukkan status sosial serta usia mereka. Semakin panjang telinganya, maka ia pun semakin cantik.


Membebat kepala
Memodifikasi struktur fisik, terutama tengkorak, sangatlah populer di jaman kuno. Tradisi ini biasa dilakukan oleh suku Mesir kuno, Aborigin, Hun, dan Maya. Proses pemanjangan tengkorak mulai dilakukan pada bayi yang berusia enam bulan.





RITUAL UNIK, MANDI AIR LUDAH DI INDIA

Ritual Unik, Mandi Air Ludah Di India - Berumur ratusan tahun di India mengajarkan masyarakat Hindu kasta rendah untuk berguling di sisa makanan yang dibuang oleh kasta lebih tinggi. Hal itu dipercayai mereka dilakukan untuk menghilangkan penyakit. Yang unik, meski ritual ini telah ditentang oleh banyak pihak, masyarakat pelaku ritual ini tetap tak mau berhenti melakukan ritualnya. (Nikmati juga : 99Ratiz Online

Ritual ini sendiri disebut Made Snana atau Mandi Ludah, yakni ritual yang umum dilakukan di propinsi Karnataka ketika perayaan rutin yang dilakukan di kuil Berumur 4000 tahunKukke Subramanya. Ritual ini juga dilakukan di kuil Sri Krishna di kota Udupi.


Sebagai bagian dari ritual kuno, para Dalit, sebutan untuk anggota kasta paling rendah, berguling melintasi sisa makanan yang dimakan para brahmana, sebutan untuk orang dengan kasta lebih tinggi.

Dengan bergulingnya mereka di sisa makanan tersebut, diyakini, semua kesusahan dan penyakit akan hilang dan disembuhkan.Festival rutin ini diikuti hingga 25.000 orang yang berguling di 'sisa makanan' para Brahmana.

Sementara, di sisi lain, ada sebagian Dalit yang tergabung dalam Organisasi Kesejahteraan Dalit, yang menganggap ritual ini tidak manusiawi dan tak dapat diterima. Jika memang dapat menyembuhkan penyakit secara efektif, harusnya pemerintah pusat menutup rumah sakit dan lembaga kesehatan formal lainnya.


Sedangkan pihak yang memprotes lainnya menganggap tradisi ini tak berbeda jauh kejahatannya dengan tradisi sati dimana para janda dibakar saat pemakaman suaminya.

Bahkan menteri social dan kesejahteaan, A. Narayanaswamy, yang juga seorang Dalit, mengatakan bahwa tak ada toleransi bagi ritual ini. Ia tak peduli kasta mana yang berguling atau kasta mana yang membuang makanan, ritual ini tetap menjadi sebuah hal yang sangat tidak ilmiah dan menjijikan.

Penjelasan akan ritual aneh ini pun dijelaskan oleh salah satu pengikutnya, seorang astrolog, Kabyadi Jayarama Acharva. Menurutnya, Snana tak ada hubungannya dengan pembagian kasta. "para Brahmana yang makan dianggap sebagai representasi dewa Subramanya, dan sisa mereka dianggap berkah dewa.

Saya sendiri berguling snana saat umur 16 tahun dan penyakit kulit saya sembuh.Beberapa pihak meyakini bahwa ada efek psikologis yang timbul saat melakukan ritual ini sehingga menyebabkan keyakinan pada diri mereka dan membantu menyembuhkan penyakit atau bahkan menyelesaikan problema yang mereka dapatkan.

Sementara debat mengenai ritual ini terus berjalan, ternyata satu-satunya cara untuk mengehentikan ritual ini adalah dengan merubah keyakinan para pengikutnya yang tentunya membutuhkan waktu lama untuk meyakininya.Nah, itulah Ritual Unik, Mandi Air Ludah Di India semoga menambah wawasan anda.

sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More